Grosir baju – Layaknya sebuah jenjang dalam pekerjaan, Anda yang saat ini menekuni bidang usaha terutama yang statusnya masih menjadi seorang reseller, untuk pengembangan karir kedepannya dapat pula meningkat atau berubah menjadi seorang distributor.

Tetapi, untuk dapat melangkah sebagai seorang distributor memang diperlukan ilmu yang lebih dan lagi modal yang mencukupi untuk hal itu.

Seseorang yang menjadi distributor jelas akan memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan ketika Ia menjadi reseller.

Ketika Anda menjadi distributor maka yang dapat Anda lakukan adalah menjual barang secara grosir, dapat menjadi agen barang yang murah, ataupun dapat menjual baju eceran dengan harga yang lebih murah dari yang lain.

Adapun yang terpenting dengan menjadi distributor ini dapat memudahkan penyaluran barang dari produsen ke konsumen dengan harga yang terjangkau.

Di Indonesia sendiri, menjadi distributor baju adalah sesuatu yang luar biasa mengingat baju adalah kebutuhan per orang dengan beragam mannequin dan tidak akan lekang oleh waktu.

Mengingat pangsa pasar yang lebih luas, tentunya banyak pula yang ingin menjadi distributor baju namun belum mengetahui langkah-langkah yang ditempuhnya.

Jika Anda salah satunya, berikut akan kami paparkan tentang 10 cara menjadi distributor baju langsung dari pabrik. Dan berikut ulasannya!

Tugas Distributor

grosir baju

Sebelum membahas tentang cara menjadi distributor baju, ada baiknya untuk mengetahui secara terperinci tentang tugas distributor.

Tugas distributor adalah sebagai perantara atau yang memfasilitasu antara produsen dan konsumen. Seorang distributor diberikan peran untuk memudahkan produk dapat terpampang di pasaran secara luas.

Dengan kata lain, tugas distributor ini melancarkan arusa barang maupun jasa yang diproduksi oleh pihak produsen.

Adapun peran lain yang dilakukan oleh pihak distributor terutama distributor baju adalah sebagai berikut;

  • Pihak pabrik atau produsen jika telah percaya dengan distributor akan terus mengandalkan jasa Anda untuk menyalurkan barang kepada konsumen.
  • Memperbaiki sistem distribusi, sehingga pihak konsumen maupun produsen nantinya akan mempercayai Anda sebagai distributor yang handal.
  • Membantu pabrik dalam menyediakan beberapa keperluan tertentu gunakan memudahkan mereka mencapai goal yang tepat.
  • Distributor dapat memudahkan pabrik untuk menyimpan produknya. Dimana pihak distributor dapat menyediakan beberapa fasilitas penyimpanan produk yang mereka butuhkan.

Langkah Cara Menjadi Distributor Baju

grosir baju

Setelah mengetahui tugas atau perannya, pembahasan berikutnya tentang langkah cara menjadi distributor baju yang pasti telah Anda tunggu. Adapun cara-cara yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut;

1. Pahami Sistemnya

Cara pertama untuk dapat menjadi distributor baju langsung dari pabrik adalah memahami sistemnya.

Contohnya, untuk menjadi distributor, Anda harus paham tentang syarat yang diajukan pabrik, biaya yang harus dikeluarkan, berapa minimal pengembalian baju, dan adakah goal penjualan yang diberlakukan pabrik tersebut.

Tentunya per pabrik akan memberikan syarat yang berbeda-beda, jadi selain pernyataan di atas, Anda dapat menanyakan hal yang lainnya.

Maka dari itu pilihlah pabrik yang sesuai dengan kondisi Anda. Misalnya, jika ada pabrik yang menyuruh Anda mengambil banyak barang sedangkan modal yang dimiliki belum mencukupi, alangkah lebih baik untuk memilih pabrik lain yang sesuai.

2. Mengetahui Seluk Beluk Pabrik

Cara berikutnya untuk dapat menjadi distributor yang dapat Anda lakukan mengetahui pula seluk beluk pabrik tersebut, terutama dalam hal legalitas.

Anda perlu mengetahui legalitas dari pabrik itu sendiri, sebelum bekerjasama lebih jauh. Hal ini untuk menghindari kerugian atau hal-hal lain yang tidak mengenakkan dikemudian hari.

Jika Anda telah yakin akan kelegalitasan pabrik, maka dengan begitu Anda telah dapat lebih tenang menjalankan bisnis menjadi distributor.

3. Melakukan Pendaftaran

Cara berikutnya untuk dapat menjadi distributor baju adalah dengan melakukan pendaftaran di pabrik yang Anda tuju.

Biasanya per pabrik memberlakukan syarat yang berbeda-beda, ada yang harus membayar ada yang free of charge. Tetapi yang pasti, Anda harus menyiapkan foto copy KTP, kartu keluarga, rekening koran selama Three bulan, serta mengisi formulir yang telah disediakan pihak pabrik.

4. Memilih Mannequin Baju Sesuai dengan Goal Pasar

Setelah menyerahkan syarat yang diberlakukan, tugas Anda berikutnya adalah memilih mannequin pakaian yang sesuai dengan goal pasar yang Anda tentukan.

Per pabrik tentunya akan memproduksi beragam jenis baju, nah pilihlah baju yang memang sesuai dengan goal pasar Anda.

Misalnya, goal pasar Anda adalah ibu-ibu hamil, maka baju yang Anda ambil adalah baji-baju bayi yang pasti diperlukan oleh mereka.

Ataupun jika di daerah Anda sedang pattern baju gamis, sebaiknya ambil baju-baju gamis yang sesuai dengan goal pasar.

Di awal terjun ke dunia bisnis ini alangkah lebih baik untuk fokus terlebih dahulu kepada satu mannequin baju.

Setelah Anda mengetahui seluk beluk bisnis tersebut, Anda dapat menaikkan goal untuk membidik goal pasar yang lain.

5. Memilih Baju yang Berkualitas

Langkah berikutnya ketika telah menentukan goal pasar dan memilih baju yang sesuai, Anda perlu melakukan high quality management langsung di pabrik tersebut.

High quality management yang dimaksud adalah memilih baju yang berkualitas, dimulai dari warna, jahitan rapi dan tidak cacat, serta hal lainnya yang memang perlu Anda lakukan cek dan ricek.

Walaupun Anda tidak bersentuhan langsung dengan konsumen, tetap saja Anda adalah perantara yang lagi harus menjaga nama baik usaha sendiri maupun usaha lain.

Dengan melakukan usaha ini, biasanya kegiatan jual beli dari hulu ke hilir dapat lancar dilakukan. Maka konsumen pun akan puas terhadap toko dan toko tersebut akan puas terhadap Anda sebagai distributornya.

6. Menjalin Kerja Sama dengan Pedagang Baju

Cara berikutnya yang dapat Anda lakukan adalah menjalin kerja sama dengan pedagang baju berskala kecil maupun menengah.

Karena semakin luas kerja sama yang Anda lakukan, maka semakin bagus pula untuk distribusi baju.

Selain mendistribusikan pakaian tersebut kepada pedagang-pedagang, Anda pun dapat membuka kesempatan pada orang lain untuk menjadi reseller atau dropshiper hingga goal penjualan pun dapat sederhana dicapai.

7. Mengenal Daerah Pemasaran

Per distributor harus memiliki kehalian untuk mengenal daerah pemasarannya. Dengan pengenalan daerah ini Anda dapat menentukan kebutuhan atau keinginan para konsumen di masing-masing daerah tersebut.

Dengan mengetahui kondisi tersebut, maka ketika Anda mengambil barang-barang dari pabrik dapat dengan sederhana ‘’memetakan’’ baju-baju yang pas untuk Anda distribusikan kepada para pedagang.

8. Menentukan Budgeting

Cara berikutnya adalah Anda perlu menentukan budgeting dalam sebuah usaha. Dari penentuan faktor budgeting ini, Anda dapat menentukan pengambilan barang baik itu tentang kualitas dan lagi kuantitasnya.

Seperti berapa banyak mengambil pakaian, bagaimana Anda memilih pedagang, perlu tidaknya pakai jasa pelayanan distributor, dan lain sebagainya.