Macam-macam Parameter Air

Nilai parameter air mengacu pada jumlah atau tingkat suatu komponen yang terdapat dalam air, yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai kualitas air. Nilai parameter air yang baik biasanya ditentukan berdasarkan standar kualitas air yang ditetapkan oleh pemerintah atau organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO). Beberapa nilai parameter air yang umum digunakan sebagai acuan adalah:

1. pH (Derajat Keasaman)

pH adalah suatu skala yang digunakan untuk mengukur tingkat keasaman atau basa suatu zat. Skala pH berfungsi untuk mengukur keasaman atau basa zat dengan mengukur konsentrasi ion hidrogen dalam suatu larutan. Skala pH berkisar antara 0 sampai 14, di mana angka 7 merupakan titik netral. Angka di bawah 7 menunjukkan bahwa zat tersebut adalah asam, sedangkan angka di atas 7 menunjukkan bahwa zat tersebut adalah basa. Semakin dekat angka pH ke angka 0, semakin asam zat tersebut, sedangkan semakin dekat angka pH ke angka 14, semakin basa zat tersebut.

2. BOD (Biological Oxygen Demand)

BOD atau Biological Oxygen Demand adalah suatu ukuran yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh organisme dalam suatu sampel air untuk mengurai bahan organik dalam air tersebut. BOD merupakan ukuran kualitas air yang berguna untuk mengetahui tingkat pencemaran air. Semakin tinggi nilai BOD, semakin buruk kualitas air tersebut dan semakin besar kemungkinan terjadinya pencemaran air. Nilai BOD biasanya diukur dalam unit mg/L (miligram per liter) oksigen.

3. COD (Chemical Oxygen Demand)

COD atau Chemical Oxygen Demand adalah suatu ukuran yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat yang terdapat dalam suatu sampel air secara kimiawi. COD merupakan ukuran kualitas air yang berguna untuk mengetahui tingkat pencemaran air. Semakin tinggi nilai COD, semakin buruk kualitas air tersebut dan semakin besar kemungkinan terjadinya pencemaran air. Nilai COD biasanya diukur dalam unit mg/L (miligram per liter) oksigen. Perbedaan utama antara COD dan BOD adalah bahwa COD mengukur seluruh zat yang dapat dikurangkan secara kimiawi, sementara BOD hanya mengukur zat organik yang dapat dikurangkan oleh organisme.

4. DO (Dissolved Oxygen)

DO atau Dissolved Oxygen adalah jumlah oksigen yang terlarut dalam suatu sampel air. DO merupakan ukuran kualitas air yang berguna untuk mengetahui tingkat kebersihan dan kesehatan air. Semakin tinggi nilai DO, semakin baik kualitas air tersebut dan semakin sehat untuk dikonsumsi oleh organisme air. Nilai DO biasanya diukur dalam unit mg/L (miligram per liter) oksigen. DO juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kehidupan organisme air, karena banyak organisme yang membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Jika konsentrasi DO terlalu rendah, maka dapat menyebabkan kematian organisme air.

5. Total Dissolved Solid (TDS)

Total Dissolved Solid (TDS) adalah jumlah padatan terlarut yang terdapat dalam suatu sampel air. TDS merupakan ukuran kualitas air yang berguna untuk mengetahui tingkat pencemaran air. Semakin tinggi nilai TDS, semakin buruk kualitas air tersebut dan semakin besar kemungkinan terjadinya pencemaran air. Nilai TDS biasanya diukur dalam unit mg/L (miligram per liter). Padatan terlarut yang termasuk dalam TDS antara lain garam, mineral, dan senyawa organik. TDS juga dapat mempengaruhi rasa air, sehingga air yang memiliki TDS yang tinggi biasanya terasa asin atau pahit.

6. TSS (Total Suspended Solid)

Total Suspended Solid (TSS) adalah jumlah padatan yang terapung atau tersuspensi dalam suatu sampel air. TSS merupakan ukuran kualitas air yang berguna untuk mengetahui tingkat pencemaran air. Semakin tinggi nilai TSS, semakin buruk kualitas air tersebut dan semakin besar kemungkinan terjadinya pencemaran air. Nilai TSS biasanya diukur dalam unit mg/L (miligram per liter). Padatan yang termasuk dalam TSS antara lain debu, kotoran, dan limbah. Jika konsentrasi TSS terlalu tinggi, maka dapat menyebabkan kerusakan ekosistem air, seperti mengurangi jumlah oksigen yang tersedia untuk organisme air.